Tugas kuliah kali ini mengenai pengembangan Pusat Sumber Belajar (PSB), kelompok saya melakukan observasi di Taman Baca Amin Kota Batu. Mengambil judul Pengembangan
Layanan dan Sarana Prasarana Taman
Baca Amin Sebagai Pusat Sumber Belajar. Banyaknya sumber belajar
perlu dilestarikan serta dikelola karena berperan dalam proses belajar
seseorang untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan pelayanan TBM sebagai
sumber belajar. Selain itu, dengan
kegiatan Taman Baca Amin diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan,
pengetahuan, keterampilan, dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek
aksara, serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak
melanjutkan sebagai bekal untuk mengembangkan diri, bekerja atau berusaha
secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat. Oleh
karena itu
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT Dzat yang telah melimpahkan segala karunia-Nya kepada
manusia. Dialah yang telah meninggikan langit dengan tanpa penyangga apapun dan
yang telah menghamparkan bumi dengan segala kenikmatan yang tak terhingga di
dalamnya. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW
sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Akhirnya kami dapat
menyelesaikan makalah observasi ini. Oleh karena itu, dengan segala rasa
hormat, kami bermaksud menyampaikan rasa terimakasih kepada:
1. Ibu
Kusubakti Andjani selaku dosen Pusat Sumber Belajar.
2. Ibu
Robiah Aldawiyah yang telah menemani dan membimbing kami selama kegiatan
observasi berlangsung.
3. Teman-teman
D3 perpustakaan yang selalu mendukung dan memberi semangat dalam pengerjaan
makalah.
Sebagaimana
kata pepatah “Tiada gading yang tak retak”, sama halnya dengan penulisan
makalah observasi ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kepada
semua pihak untuk berkenan memberikan kritik dan saran atas kesalahan-kesalahan
dalam penulisan ini. Hal tersebut bertujuan supaya tidak terulang lagi
kesalahan pada kesempatan berikutnya. Sekali lagi, semoga bermanfaat, dan kami
ucapkan Jazaakumullahu Ahsanal Jaza’.
Malang, 02 November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN ....................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................. 1
1.2 Tujuan Penulisan............................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN ......................................................... 3
2.1
Identitas Pusat Sumber Belajar............................................ 3
2.2
Deskripsi Fisik.................................................................... 4
2.3 Deskripsi Aktifitas............................................................... 7
2.4 Keunggulan.......................................................................... 8
2.5 Kelemahan........................................................................... 9
BAB
III PROSEDUR PENGEMBANGAN
PUSAT SUMBER BELAJAR................................................... 10
PUSAT SUMBER BELAJAR................................................... 10
3.1 Tahap Alisis Kebutuhan...................................................... 10
3.2 Tahap Pengembangan Sarana dan Program........................ 11
3.3 Tahap Implementasi............................................................ 12
3.4 Tahap Pengolahan................................................................ 12
BAB
IV PENUTUP................................................................... 16
LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA .................................... 17
LAMPIRAN
GAMBAR ........................................................... 19
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sumber belajar yang baik adalah sumber belajar yang
dapat dimanfaatkan oleh semua orang tak terkecuali oleh masyarakat luas.
Masyarakat selalu beranggapan bahwa belajar hanya untuk siswa dan kaum
intelektual saja, sedangkan mereka tidak perlu lagi belajar.
Kondisi Taman Baca Masyarakat (TBM) yang selama ini
ada masih mengalami berbagai kendala untuk benar-benar menjadi sumber belajar
sepanjang hayat bagi seluruh masyarakat. Secara umum, kondisi sarana dan
prasarana yang kurang memadai, jumlah dan jenis bahan bacaan yang kurang
bervariasi, profesionalisme pengelola, kurangnya aktivitas pendukung, kurangnya
mutu layanan dan keterbatasan jaringan kerja kemitraan di TBM selama ini masih
diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu, masih ada masalah lain yang dihadapi
Taman Bacaan Masyarakat adalah rendahnya minat baca masyarakat. Banyaknya
sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola karena berperan dalam proses
belajar seseorang untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan pelayanan TBM
sebagai sumber belajar. Selain itu,
dengan kegiatan Taman Baca Amin diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan,
pengetahuan, keterampilan, dan memperluas wawasan bagi mereka yang telah melek
aksara, serta bagi mereka yang putus sekolah atau tamat sekolah tetapi tidak
melanjutkan sebagai bekal untuk mengembangkan diri, bekerja atau berusaha
secara mandiri dalam setiap aktivitas mereka dalam kehidupan di masyarakat.
Oleh karena itu dipilihlah Taman Baca “Amin” Kota
Batu yang berada di Jalan Sultan Agung
02 Batu. Dipilih lokasi ini karena pihak pengelola selalu berupaya menambah
pelayanan supaya dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi masyarakat
sekitar. Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan
penelitian yaitu untuk mengetahui lebih jelas mengenai pemanfaatan taman bacaan
masyarakat oleh masyarakat di Kota Batu dan sekitarnya serta untuk mengetahui
lebih jelas hambatan yang dialami oleh pengelola Taman Bacaan Amin di Kota
Batu.
1.2
Tujuan
1.
Mengetahui identitas taman baca Amin
Kota Batu?
2.
Mengetahui diskripsi fisik taman baca Amin
Kota Batu?
3.
Mengetahui deskripsi aktivitas taman
baca Amin Kota Batu?
4.
Mengetahui kelemahan dan kelebihan taman
baca Amin Kota Batu?
5. Mengetahui prosedur pengembangan layanan
dan sarana prasarana taman baca Amin Kota Batu?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Identitas Pusat Sumber Belajar
Nama : Taman Baca Amin
Jenis : Taman Baca
Kepemilikan : Jatim Park Group
Alamat : Jalan Sultan Agung No.02
Kota Batu
Jam
palayanan: Taman baca pukul 14.00-21.00
Poligigi hari jumat, minggu pukul 11.00-16.00
Latar
belakang pendidikan Petugas Perpustakaan :
S1
Sastra Inggis, S1 Akutansi, SMA
a.
Sejarah
Taman baca Amin
berasal dari nama sesepuh di Jatim Park, yang juga berarti amin untuk doanya
dalam kebaikan, dinamakan amin karena setiap berdoa seseorang selalu mengatakan
kata “amin”. Taman baca ini adalah salah satu aksi Jatim Park Grup setelah poli
gigi gratis pada masyarakat yang tidak mampu. Amin merupakan fasilitas gratis
yang berupa poliklinik dan taman baca yang terletak dipintu masuk kawasan
wisata Jatim Park 1 di Kota Batu Jawa Timur. Fasilitas tersebut dirancang oleh
konsultan arsitektur bernama Dpavilion, dan terdiri atas tiga lantai. Kontainer
mencerminkan arsitektur fasilitas tersebut akan dominasi susunan kontainer
bekas pada lantai dua dan lantai tiga yang berupa taman baca. Penggunaan kontainer
bekas sebagai arsitektural pada fasilitas ini memiliki arti bahwa masyarakat
kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana pendidikan
diera industrialisasi, yang disimbolkan oleh kontainer sebagai sarana untuk
distribusi hasil kontainer. Susunan kontainer yang berfungsi sebagai taman baca
pada fasilitas ini memang menarik, dan menggunakan warna yang berbeda disetiap kontainer
untuk menunjukkan identitas setiap ruang. Arsitektur yang menarik ini mampu
menjadi perhatian serta mengundang masyarakat untuk datang dan menggunakan
fasilitas taman bacaan tersebut dengan tujuan agar meningkatkan minat baca dan
memberi manfaat positif bagi masyarakat.
Gedung ini terdiri dari 21 gerbong truk kontainer tepatnya 4 ruangan, 6 gerbong
kontainer merah, 4 gerbong kontainer kuning, 8 gerbong kontainer biru dan 3 gerbong
kontainer hijau. Gedung ini terdiri dari tiga lantai, lantai pertama ruangan
untuk poli gigi, lantai kedua berisi lobi, ruang santai, ruang anak dan
recepsionist, lantai tiga terdiri dari ruang baca, dan ruang diskusi. Taman
baca Amin berdiri sejak 6 tahun lalu. Tepatnya diresmikan oleh Walikota Batu
pada 30 November 2008. Terdapat prasasti peresmiannya di lantai satu. Selain
prasasti, di lantai dasar juga terdapat dua ruang dokter gigi dan satu ruang
dokter umum.
b.
Visi
dan Misi
Taman baca Amin
mempunyai visi dan misi yaitu meningkatkan minat baca masyarakat batu dan
sekitarnya sebagai tempat yang nyaman untuk belajar. Selain itu taman baca Amin
sebagai pendidikan luar sekolah, pendidikan sepanjang hayat, pusat sumber
belajar, dan sarana rekresi. Taman baca Amin agen budaya baca dimasyarakat
sekitar.
2.2 Deskripsi Fisik
a. Lokasi
Taman
baca Amin berada ditempat yang strategis yaitu dilalui oleh jalur berbagai
transportasi umum, dekat sekolah, dan berbagai tempat wisata, misalnya Jatim
Park dan Museum Angkut yang berada dipusat kota yaitu Jalan Sultan Agung No. 02
Batu Jawa Timur.
b. Fasilitas
Taman Baca Amin
mempunyai fasilitas yang cukup lengkap mulai dari fasilitas untuk anak-anak,
para siswa sampai orang dewasa yaitu ruang baca, bahan pustaka (koleksi),
tempat lesehan, free wifi, musik, fotokopi, ruang anak-anak, toilet, dan kantin. Fasilitaas
gratis tersebut terdiri atas tiga lantai, lantai pertama adalah poliklinik umum
dan gigi, taman baca terdapat pada lantai kedua dan ketiga. Bacaan anak
terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk bacaan pendidikan
lanjut, bacaan khusus wanita, bacaan umum, dan dewasa.
c. Koleksi
Koleksi
taman baca Amin mencangkup subjek umum berupa buku, yaitu: cerita anak,
keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri
yaitu majalah, koran, bahan pustaka referensi berupa hand book, ensiklopedia, dan kamus. Perbandingan koleksi taman baca
Amin antara fiksi dan nonfiksi yaitu 60:40. Total koleksi bahan pustaka ± 10000
eksemplar yang terdiri dari bahan cetak. Taman baca ini terdapat kontainer yang
didalamnya terdapat jenis koleksi yang berbeda, diantaranya sebagai berikut:
· Kontainer
biru
Koleksi
Kontainer biru berisi pengetahuan umum, kesehatan, filsafat, horoskop,
manajemen, politik, psikologi, agama, kebudayaan, teknologi lingkungan.
· Kontainer
kuning
Koleksi
kontainer kuning berisi resep aneka masakan dan minuman, resep aneka kue, buku
penunjang gizi balita.
· Kontainer
merah
Koleksi
kontainer merah berisi kamus, komputer, ensiklopedi, ilmu alam, psikologi, ilmu
sosial, bahasa, sejarah, dan kesusastraan.
· Ruang
baca anak
Ruang
baca anak berisi buku cerita, donggeng, buku penunjang pelajaran, komik. Kegiatan
yang sering diadakan dalam ruang baca anak misalnya menggambar dan story telling.
d. Perabot
Perabot taman baca Amin yaitu kursi, sofa, meja, rak
buku, tempat sepatu, tong sampah, AC, kipas angin, charger, pengharum ruangan, papan tulis, lampu, CCTV, spiker, dan
telepon. Kualitas perbotnya cukup baik dan nyaman. Perabot dan peralatan yang
digunakan untuk pelayanan sebagai berikut:
Lobi
·
Meja petugas
·
CCTV
·
Loker
·
Presensi
·
Kantin
Kontainer
biru
·
Kursi 6
·
Sofa 1 seat
·
Meja 2
·
CCTV 2
·
Pengharum ruangan 2
·
AC 4
·
Telepon 1
·
Stop contac 4
·
Wifi
·
Speaker 1
·
Rak buku 8
·
Papan tulis kecil 1
Kontainer
kuning
·
AC 1
·
Papan tulis 1
·
Pengharum ruangan 1
·
Speaker 1
·
Kursi dan meja 1 seat
·
Sofa 1 seat
·
Rak 5
·
CCTV 1
Kontainer
merah
·
Papan tulis 1
·
Rak 5
·
Sofa 1 seat
·
Meja panjang 1
·
Kursi 6
·
CCTV 1
·
Stop contac 2
·
AC 1
Ruang
baca anak
·
Toilet
·
Speaker 2
·
CCTV 1
·
AC 1
·
Pengharum ruangan 1
·
Kursi 12
·
Meja panjang 2
·
Wifi
·
Sofa 1 seat
·
Rak kecil 20
·
Rak sedang 5
2.3
Deskripsi
Aktifitas
Taman baca Amin tidak
menyediakan layanan peminjaman hanya melayani baca ditempat, siswa sering
melakukan diskusi terutama para siswa yang bersekolah disekitar taman baca,
salah satunnya SMPN 1 Batu mereka sering berkunjung karena bahan pustakanya
yang sesuai dengan kebutuhan mereka, free
wifi, dan tempat yang nyaman untuk diskusi. Kegiatan yang sering dilakukan
yaitu lomba mewarnai dan menggambar mulai dari TK sampai SD, strory telling, seminar dihari tertentu,
misalnya tema memperingati hari bumi, hari HIV AIDS, keterampilan untuk pengguna
misanya merajut, bakti sosial, bimbingan pelajaran bagi siswa terutama ketika
akan ujian, dan lain-lain yang dilakukan oleh para relawan. Kegiatan ini biasnya
dilakukan pada hari jumat dan minggu sesuai dengan agenda perpustakaan dan para
relawan. Pendidikan pemakai perpustakaan dilakukan ketika ada rombongan dari
sekolah-sekolah. Kerjasama dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan
lansia berupa kunjungan, pendidikan, dan keterampilan. Aktifitas taman baca ini
dipromosikan dimedia brosur yang dibagikan kepada sasaran misalnya disekolah
dasar untuk lomba menggambar. Kegiatan ini dilakukan secara gratis dengan cara
para relawan mengajukan permohonan kepada taman baca Amin sehingga taman baca Amin
menyediakan tempat dan fasilitas yang dimiliki serta bingkisan.
Pengunjung taman baca
terdiri dari semua umur, mulai dari umur tiga tahun sampai lansia, namun yang
paling banyak dari kalangan peserta didik dan dari luar daerah. Kebanyakan
pemustaka berkunjung untuk mengisi waktu luang. Rata-rata pen gunjung ± 30 orang perhari, pengunjung
relatif stabil dan bagi kalangan pendidikan biasnya turun ke angkatan
berikutnya, namun akan lebih banyak jika ada kegiatan lain, misalnya kunjungan
siswa, pelatihan merajut dan lain-lain.
a. Pegolahan
Bahan Pustaka
Pengadaan
taman baca Amin mendapatkan biaya 10 juta perbulan yang berasal dari Jatimpark
group dan sumbangan buku perorang. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari
klasifikasi dan finising berupa labeling, penyampulan, dan cap dari
lembaga. Kelas klasifikasi buku berdasarkan subjek dan DDC 100 divisi utama
penyeleksian untuk bahan pustaka dari perorangan yang tidak layak di display kemudian disumbangkan ke tempat
lain. Penyiangan dilakukan ketika bahan pustaka sudah rusak dan tidak layak
digunakan.
b. Peraturan
·
Jam buka layanan pukul14.00-21.00 WIB
·
Anak-anak dibawah 10 tahun harus didampingi
·
Buku tidak boleh dibawa pulang dan
disobek
·
Dilarang membawa makanan dan minuman
·
Dilarang merokok
·
Tas dan jaket harap disimpan dan
dititipkan
·
Dilarang membawa hewan peliharaan
·
CCTV 24 jam
c. Harapan Petugas Perpustakaan
·
Meningkatnya minat baca masyarakat.
·
Taman baca bukan hanya sebagai tempat
membaca saja, namun sebagai wahana membagikan ilmu.
·
Taman baca Amin bisa sebagai motivasi
agar lebih banyak lagi lembaga yang terinspirasi untuk melakukan pendidikan gratis.
·
Taman banyak perpustakaan Amin peminatnya
lebih banyak lagi dengan membuat tempat yang penuh dengan fantasi.
2.4 Keunggulan
a.
Taman baca Amin memiliki banyak kegitan
di bidang sosial pendidikan.
b.
Keterbukaan taman baca Amin menyediakan
fasiltas bagi relawan yang bersedia melakukan bakti sosial kepada masyarakat.
c.
Sumber pusat belajar ini letaknya
strategis dan dekat dengan area pendidikan.
d.
Jam buka pada malam hari cocok untuk
masyarakat setelah sekolah dan bekerja.
e.
Taman baca yang unik banyak menarik
perhatian bagi masyarakat.
f.
Free wifi, pengunjung dapat menggunakan
fasilitas internet gratis.
g.
Stop contac tersedia disetiap kontainer.
h.
Jumlah tempat duduk memadai, sofa, kursi
terdapat di kiri-kanan-depan rak buku
i.
Lantai ditiap kontainer tertutup karpet.
Pengunjung harus melepas sepatu, sehingga kebersihan terjamin.
j.
Penerangan ditiap kontainer bagus,
sehingga pengunjung tetap nyaman membaca saat cuaca mendung ataupun malam hari.
Setiap ruang baca menggunakan pencahayaan alami dari jendela disisi kontainer
sehingga pengguna mendapat cahaya yang cukup untuk membaca dan menghemat
penggunaan lampu.
k.
Taman baca Amin tidak hanya menyajikan
bacaan lengkap, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah. Suasana yang
tenang dengan view nuansa pegunungan membuat membaca semakin nyaman dan
menyenangkan.
2.5 Kelemahan
a. Koleksi
tidak dipinjamkan.
b. Pengklasifikasianya
hanya 100 divisi utama sehingga kurangnya kekhususan subjek.
c. Penataan
bahan pustaka kurang rapi dan letak beberapa bahan pustaka tidak teratur.
d. Tidak
ada agenda rutin dalam melakukan kegitan pendidikan misalnya strory telling,
bimbingan belajar, pelatihan merajut dan sebagainya.
e. Bahan
pustaknya kurang up to date.
f. Promosi
kegiatan taman baca hanya dilakuan dengan brosur sehingga kurang tersebar.
g. Pencarian
buku manual belum adanya OPAC.
h. Tidak
adanya sarana temu kembali informasi.
i. Kurangnya
media yang bersifat edukatif di ruang anak.
j. Penataan
koleksi kurang rapi.
k. Tidak
adanya koleksi non cetak.
BAB
III
PROSEDUR
PENGEMBANGAN PUSAT SUMBER BELAJAR
3.1
Tahap Analisis Kebutuhan
Melakukan analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan yang diharapkan
dengan keadaan yang terjadi
a. Informasi
yang diperlukan
Kenyataan:
Informasi taman baca Amin berupa bahan pustaka cerita anak, keterampilan,
resep, pelajaran, kesehatan, dan fiksi.
Keadaan
yang seharusnya: Informasi taman baca Amin disesuaikan dengan kebutuhan daerah
setempat misalnya pertanian dataran tinggi, wisata, pendidikan (mata
pelajaran), keterampilan, budaya, dan anak-anak.
b. Jenis
pengguna memerlukan
Kenyataan:
Pengguna taman baca Amin biasanya dari golongan pelajar, anak-anak, masyarakat
diluar daerah sebagai mengisi waktu luang.
Keadaan
yang seharusnya: Pengguna taman baca Amin semua orang khususnya penduduk asli Batu
yang digunakan untuk menunjang kebutuhannya baik untuk pendidikan, penelitian,
rekreasi, karir, dan budaya
c. Keperluan
pengguna
Kenyataaan:
Pengguna taman baca Amin Sering menggunakannya sebagai tempat berkumpul untuk
belajar bersama, sebagai sarana kegiatan sosial pendidikan yang diselenggarakan
oleh taman baca Amin, baik oleh petugas maupun para relawan. Sarana pendidikan
bagi orang yang membutuhkan, misalnya para lansia dan anak panti asuhan, tetapi
kegiatan yang dilakukan masih belum rutin.
Keadaan
yang seharusnya: Taman baca Amin sebagai pusat sumber belajar setiap golongan
masyarakat, sebagai tempat diskusi berbagai golongan masyarakat, sebagai sarana
kegiatan sosial pendidikan yang diselenggarakan taman baca Amin baik oleh
petugas maupun para relawan, sarana pendidikan bagi orang yang membutuhkan
misalnya para lansia dan anak panti asuhan yang dilaksanakan secara rutin.
Sebagai tempat berkumpul berbagai komunitas baik antar pengguna maupun antar
taman baca.
d. Informasi
yang tersedia
Kenyataan:
Informasi taman baca Amin berupa bahan pustaka cerita anak, keterampilan,
resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri yaitu majalah,
koran, bahan pustaka refrensi berupa hand
book, ensiklopedia, dan kamus. Informasi mengenai keterampilan dan
bimbingan belajar.
Keadaan
yang seharusnya: Informasi taman baca Amin yang dibutuhkan oleh pengguna
misalnya informasi up to date harga
jual produk pertanian di daerah tersebut, informasi mengenai daerah setempat,
informasi mengenai agenda kota batu, bahan pustaka secara umum dan disesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat baik dalam bentuk terbitan berseri, bahan pustaka
referensi, dan buku.
e. Ketersediaan
bahan pustaka dalam bentuk media lain
Kenyataan:
Bahan pustaka di taman baca Amin masih berupa cetak
Harapan:
Sebaiknya bahan pustaka ditaman baca Amin berupa cetak, noncetak dan digital
sehingga pengguna tertarik untuk mengunjungi taman baca Amin.
3.2
Tahap
Pengembangan Sarana dan Program
a. Sarana
· Sarana
promosi Taman Baca Amin berupa web yang berisi agenda kegiatan dan pengetahuan
tentang profil Taman Baca Amin, sarana temu kembali informasi dapat berupa
automasi perpustakaan secara online, dan perpustakaan digital yang berisi
berbagai bahan pustaka yang digitalkan yang dapat diakses secara gratis.
· Sarana
pengembangan pusat sumber belajar untuk anak-anak dengan menyediakan sarana
yang bersifat edukatif misalnya puzzle,
boneka-boneka sebagi media mendongeng, bahan bacaan anak mulai dari full image dan full color sampai yang tidak bergambar.
· Sarana
untuk membudayakan melek komputer dimasyarakat sekitar dengan cara menyediakan
akses internet secara gratis di Taman Baca Amin.
b. Program
· Program
taman baca Amin untuk anak-anak mengadakan story
telling, bimbingan belajar, membuat keterampilan dari implikasi bahan
pustaka, dan pendidikan pemakai perpustakaan.
· Program
untuk masyarakat tertentu misalnya ibu-ibu PKK, lansia dan petani mengadakan
penyuluhan dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Megadakan literasi informasi sesuai dengan kebutuhan sehingga membudayakan
masyarakat untuk membaca.
· Program
kegiatan taman baca Amin untuk pengguna dengan mengadakan program yang bervariasi
setiap waktu tertentu agar pengguna penasran dan selalu ingin berkunjung.
3.3
Tahap implementasi
· Anak-anak
Story telling dilakukan secara
rutin bisa untuk masyarkat umum atau bekerjasama dengan lembaga pendidikan,
bahan bacaan dan cara mendongeng yang disesuaikan dengan psikologi dan usia
anak, misalnya untuk anak yang berusia 4 tahun bahan bacaanya ringan, bukunya full color dan mendongengnya dengan alat
perga yang familiar seperti boneka binatang, mengadakan interaksi dengan
memberikan pertanyaan yang sederhana misalnya siapa saja tokoh-tokoh yang ada
di buku tersebut. Bimbingan belajar dilakukan dengaan kerjasama oleh masyarakat
sekitar atau bekerjasama dengan lembaga pendidikan tenaga pengajarnya dapat
bekerjasama dengan para relawan. Keterampilan anak-anak bisa disambungkan
setelah mengadakan story telling misalnya setelah bercerita tentang binatang
maka anak-anak diajak untuk menggambarkan binatang-binatng yang ada di tokoh
cerita tersebut. Pendidikan pemakai perpustakaan bagi yang melakukan study
library yang berisi informasi tentang jenis-jenis bahan pustaka, manfaat
membaca, dan cara mencari bahaan bacaan yang baik.
· Masyarakat
tertentu
Keterampilan
untuk para lansia dan ibu PKK biasanya keterampilan berupa merajut, cara
mengelola bahan-bahan bekas dengan sumber informasi biasnya dapat bekerjasama
dengan lembaga sosial. Literasi
informasi disesuaikan dengan bidangnya yaitu membantu masyarakat dalam mencari
informasi untuk menunjang bidangnya dan mengajarkan cara mencari informasi baik
secara tercetak maupun non cetak.
· Program
untuk masyarakat umum dipromosikan dapat melalui web atau poster misalnya
dihari buku ada pameran buku, di hari ibu banyak pameran untuk kado ibu dan
bahan bacaan tentang ibu dan kreatifitas hadiah yang cocok untuk ibu.
3.4
Tahap Pengelolaan
Kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan,
pengembangan, dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya
untuk terus memperbaiki dan meningkatkan sarana dan program-programnya
diantaranya koleksi, fasilitas, pelayanan, dan pemakai.
a. Koleksi
Koleksi
taman baca Amin terdiri dari ± 10000 eksemplar. Secara umum taman baca ini terdiri dari 3 kontainer utama,
ruang biru atau kontainer berwarna biru untuk bacaan populer, bacaan umum dan
bacaan hiburan, kontainer kuning untuk ruang baca kewanitaan dan kontainer
merah untuk bacaan iptek. Untuk meningkatkan sarana koleksi pada taman baca ini
seharusnya mencari dana dari spongsor, dan donasi.
· Klasifikasi
Klasifikasi
dalam taman baca ini menggunakan kelas divisi utama sehingga kurang spesifik,
ini dapat menyulitkan pengunjung jika ingin mencari koleksi karena ini hanya
secara umum saja. Selain itu tidak ada keterangan kepengarangannya. Seharusnya
alangkah baiknya jika pengklasifikasian koleksi lebih rinci hingga mencapai
bab-bab dalam koleksi yang dibahas sehingga memudahkan pengguna dalam pencarian
koleksi. Temu kembali perpustakaan
sebaiknya menggunakan automasi perpustakaan.
· Penataan
koleksi
Penataan
koleksi sebagian ada yang berantakan terkadang ada kelas 100 diletakkan dalam
rak kelas 600 ini disebabkan karena kurang telitinya petugas atau sumber daya
manusia yang belum bisa menata buku berdasarkan klasifikasinya dan juga pengguna yang meletakkan sembarangan
setelah membaca. Untuk mensiasati hal ini perlu disediakan meja khusus atau tempat
khusus untuk pengembalian buku setelah dibaca pengunjung disetiap ruangan. Selain
itu petugas dapat menggunakan tanda warna-warna dalam keterangan nomor
punggung. Contohnya kelas 100 menggunakan warna hijau, kelas 200 warna kuning
dan sebagainya. Sehingga dapat memudahkan petugas maupun pengguna dalam
pencarian koleksi.
· Kurang
up to date
Koleksi
dalam perpustakaan ini ada sebagian yang kurang up to date dapat dibuktikan
dari buku word 2003 tahun 2003 padahal koleksi untuk bidang ilmu komputer
dikatakan up to date selama lima
tahun terahir. Biaya pengadaan taman baca ini memang banyak, seharusnya paling
utama digunakan untuk pengadaan koleksi yang up to date karena pengunjung membutuhkan koleksi yang terbaru. Taman
Baca Amin dapat melakukan pengadaan melelui sumangan dari perbit dan sponsor
sehingga dapat diperoleh koleksi gratis.
· Koleksi
digital
Pengadaan
koleksi taman baca Amin tiap bulannya cukup banyak, lebih baik jika terdapat
koleksi digital. Koleksi digital dapat memicu peningkatan pengunjung untuk datang
lagi ketaman baca ini. Program seperti senayan sesuai dengan taman baca Amin
karena software open source dan
gratis, jika untuk pembelian koleksi digital keberatan dapat diperoleh dari
internet dengan cara mendownload tetapi harus mencantumkan sumber.
· Peminjaman
koleksi
Peminjaman
koleksi diadakan sehingga koleksi tidak hanya dibaca ditempat tetapi juga
dipinjamkan kepada pengguna, hal ini dilakukan agar pengguna dapat memanfaatkan
koleksi dapat juga sebagai sarana promosi taman baca dengan koleksi yang selalu
up to date.
b. Fasilitas
Bahan
pustaka (koleksi), tempat lesehan, free
wifi, musik, fotokopi ruangan anak-anak, kantin, dan toilet. Untuk
fasilitas tempat lesehan sudah bersih dan nyaman. Ruang anak-anak menarik,
bersih, dan luas. Fasilitas free wifi,
stop contac sudah baik karena memadahi disetiap ruangan. Tetapi untuk
fasilitas kantin dan fotokopi bercampur dengan recepsionist sangat menganggu pemandangan, seharusnya adanya
pemisahan antara fasilitas ini. Hasil wawancara pengunjung diatas dengan
siswa-siswi SMAN 01 Batu mengatakan tidak boleh membawa makanan tetapi tersedia
kantin. Kebigunggan siswa-siswi mengenai tersedia kantin tetapi tidak boleh
membawa makanan dan minuman diruang baca, tetapi kurang menyediakan tempat
untuk makan ataupun minum. Peraturan ini dimungkinkan untuk menjaga kebersihan
ruangan dan koleksi. Tetapi juga
memperhatikan kenyamanan pengunjung, menurut kami lebih baik makanan ringan dan
minuman saja yang boleh dibawa ditempat baca untuk makanan berat tidak
diperkenankan dan disediakan tempat sampah tiap ruangan agar tetap terjaga
kebersihannya.
c. Pelayanan
Pelayanan
taman baca Amin cukup baik dan ramah. Petugas hanya berada diruang recepsionist
saja, sehingga jika ada pengguna yang memerlukan bantuan harus turun kelantai 2
(dua). Seharusnya petugas memberi kepuasan kepada pengguna diawal saja tetapi
juga dalam pemanfaatan koleksi. Minimal setiap lantai ada petugas sehingga
memudahkan bagi pengguna untik berkolultasi pada petugas jika mendapat
kesulitan.
d. Pemakai/pengguna
Layanan
yang berfariasi seharusnya pengguna dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang diberikan
taman baca Amin secara maksimal, selain itu pengguna harus mentaati
peraturan-peraturan yang ada. Hasil wawancara dengan pengunjung ada yang
mengatakan jujur jika membawa makanan didalam taman baca, sedangkan
peraturannya tidak diperkenankan, ini dapat dilakukan penegasan oleh petugas
agar pengguna dapat mematuhi peraturan yang telah ditentukan.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Taman baca Amin adalah
salah satu pusat sumber belajar yang didominasi oleh kegiatan membaca di kota
batu yang merupakan salah satu aksi sosial Jatim Park Grup berbasis pendidikan.
Taman baca Amin ruanganya terbuat dari kontainer bekas yang memiliki arti bahwa
masyarakat kelas bawah masih memiliki hak untuk fasilitas hiburan berupa sarana
pendidikan diera industrialisas. Taman baca Amin mempunyai visi dan misi yaitu
meningkatkan minat baca masyarakat batu dan sekitarnya sebagai tempat yang
nyaman untuk belajar. Taman baca Amin berada Jalan Sultan Agung No. 02 Batu
Jawa Timur. Fasiltas taman baca Amin yaitu tempat lesehan, free wifi, musik, fotokopi, ruang anak-anak, toilet, dan kantin.
Ruangan baca anak terdapat pada lantai kedua sedangkan lantai ketiga untuk
bacaan pendidikan lanjut, bacaan khusus wanita, bacaan umum, dan dewasa. Koleksi
taman baca Amin mencangkup subjek umum berupa buku, yaitu: cerita anak,
keterampilan, resep, pelajaran, kesehatan, fiksi dan berupa terbitan berseri.
Kegiatan yang sering
dilakukan untuk yaitu lomba mewarnai dan menggambar, keterampilan untuk
pengguna, dan Pendidikan pemakai perpustakaan. Taman baca Amin menjalin kerjasama
dengan masyarakat yaitu kepada panti asuhan dan lansia berupa kunjungan,
pendidikan, dan keterampilan. Pengolahan bahan pustaka dimulai dari klasifikasi
dan finising berupa labeling, penyampulan, dan cap dari
lembaga.
Kelebihan taman baca
amin yaitu bangunannya unik karena terbuat dari container, letaknya strategis,
dan mempunyai banyak kegiatan sosial. Kelemahan taman baca Amin yaitu tidak
adanya peminjaman buku, kegiatan di taman baca tidak memiliki agenda rutin dan
pengelolahan perpustakaan yang kurang maksimal.
Melakukan analisis mengenai adanya perbedaan antara keadaan
yang diharapkan dengan keadaan yang terjadi. Tahap pengembangan
sarana dan program berupa Sarana promosi, kegiatan pusat sumber belajar, dan
sarana untuk melek komputer untuk semua kalangan. Tahap implementasi bagi
anak-anak, masyarakat tertentu, dan program untuk masyarakat umum. Tahap
pengelolaan yaitu kegiatan yang
berkaitan dengan pengadaan, pengembangan, dan pemanfaatan sumber belajar serta upaya
untuk terus memperbaiki dan meningkatkan sarana dan program-programnya
diantaranya koleksi, fasilitas, pelayanan, dan pemakai.
LAMPIRAN
HASIL
WAWACARA
Hasil
Wawancara
Pertanyaan
·
Siapa nama anda?
·
Apa pekerjaan/pendidikan yang anda
enyang sekarang?
·
Bagimana pendapat anda tentang taman
baca Amin?
·
Kapan saja dan pada saat bagimana anda
ke taman baca Amin?
·
Fasilitas apa yang anda gunakan?
·
Apa harapan anda untuk Taman baca
perpustakaan?
Jawaban
Wawancara
1
·
Rinda Mahasiswa UB
·
Pendapat saya taman baca Amin cukup
bagus dan unik.
·
Saya sering menghabiskan waktu luang dan
tugas saya di taman baca ini.
·
Saya biasanya membaca novel dan bahan
referens tugas.
·
Harapan saya koleksinya ditambah.
Wawancara
2
·
Siswa-siswa SMA 1 Batu
·
Pendapat kami taman baca ini cukup
bagus, dan nyaman namun tidak boleh membawa makanan.
·
Kegiatan kami mengerjakan tugas bersama
terutama tugas kelompok, ini adalah tempat yang cocok untuk kegiatan belajar
karena beberapa teman rumahnya jauh.
·
Fasilitas yang digunakan kami yaitu free
wifi, buku bacaan, dan stop kontak.
·
Harapan kami bukunya lebih uptodate,
lebih banyak, dan boleh makan di taman baca.
Wawancara
3
· Umi
Ibu rumah tangga
· Biasnya
umi menunggu suami pulang kerja diisi dengan mengggur dan melamun sekarang
kebiasaanya membaca, sehingga waktu saya dihabiskan denganhal yang lebih
bermanfaat.
· Biasanya
umi membaca buku anak-anak, majalah, dan buku resep.
· Pendapat
umi taman bacanya bagus, sarana yang baik bagi anak-anak yang ingin belajar,
mengasah keterampilan, dan sebagai bahan referensi masyarakat.
· Harapanya
bukunya ditambah, kegiatanya di tinggkatkan, dan penataanya lebih rapih lagi.
LAMPIRAN
GAMBAR (DOKUMENTASI)
22 komentar:
Apakah sering dilakukan kegiatan literasi informasi untuk ibu-ibu PKK ?
Terimakasih Elly telah berkunjung diblog saya.,,
Literasi informasi untuk ibu-ibu PKK sering dilakukan, banyak kegiatan seperti pelatihan merajut hingga memasak.
terimakasih atas infonya, menurut anda apakah perlu pelayanan sepeti perpustakaan keliling di taman baca Amin
Terimakasih telah berkunjung, menurut saya jika memang mempunyai biaya cukup perlu diterapkan perpustakaan keliling, karena untuk sarana promosi dan agar dapat menjangkau ditempat-tempat pelosok, yang tidak dapat menjangkau taman baca.,
Taman Baca Amin ini sangat menarik dan unik,
Apakah taman baca ini ada kerjasama dengan lembaga lain atau perpustakaan lain.??
Terimakasih atas infonya
hal apa saja yang menjadi kendala dalam pengembangan PSB di Taman Baca Amin ini?
Terimakasih agnia telah berkunjung diblog saya., taman baca ini belum mengadakan kerjasama dengan lembaga ataupun perpustakaan jadi saat ini masih berada dinaungan jatim park group.
Terimakasih desy telah berkunjung diblog saya, kendala dalam pengembangan taman baca ini ialah ada pengguna yang tidak mentaati peraturan, koleksi yang kurang up to date, kegiatan promosi, dan layanan.
Terimakasih infonya. Jika program untuk para petani ini dapat terealisasi, kira-kira program apa sajakah yang akan diberikan taman baca ini untuk dapat membantu para petani yang ada disekitar taman baca tersebut?
Terimakasih shinta telah berkunjung diblog saya.,, jika program untuk para petani dapat terealisasikan maka program yang dilakukan yaitu dapat melalui koleksi yang berisi mengenai pertanian, penyuluhan-penyuluhan dan sebagainya.
kersedian bahan pustaka dalam bentuk media lain ini sepeti apa saja?
Terimakasih eva devita sudah berkunjung diblog saya.,,
ketersediaan bahan pustaka dapat dalm bentuk digital, misalnya ebook, ejurnal, dan sebagainya.
mnurut ada memberikan literasi informasi pada petani paDA waktu kkapan dan dimana?
sudah berapa kali melakukan lomba mengambar dan mewarnai dan bagaimana cara peblikasianya? selama ini batasn daerahnya mana saja??????
Terimakasih untuk infonya, sangat menarik dan unik.
Menurut data anda selama observasi, apakah ada program/ kegiatan dan agenda rutin tahunan, misalnya seminar gratis, loka karya, bedah buku? Jika ada, Untuk publikasinya melalui media apa saja? terimakasih
Bagaimana cara agar pengguna dapat memenfaatkan taman baca ini secara maksimal?
Mohammad BrianS Zawawi terimakasih telah berkunjung.,memberikan informasi kepada petani dapat dilakukan setiap saat,, karena taman baca seharusnya menyediakan informasi mengenai pertanian, mengenai harga-harga hasil pertanian dsb, dapat dilakukan ditaman baca
intan oktavia terimakasih telah berkunjung.,
mengenai berapa kali saya belum tahu tetapi ini sering dilakukan, untuk publikasinya melalui datang ke taman kanak-kanak maupun panti asuhan anak, selain itu melalui leaflet, batasan daerah tidak ditentukan tetapi masih disekitar malang dan batu.,
Bachrul ilmi terimakasih.,
program/ kegiatan dan agenda rutin tahunan psti ada tetapi untuk bulanan yang belum ada, misalnya seminar-seminar AIDS, dan berbagai kursus yang dilakukan.Untuk publikasinya melalui media leaflet, brosur dan dari mulut ke mulut
selain Kegiatan lomba mewarnai dan menggambar, keterampilan untuk pengguna, dan Pendidikan pemakai perpustakaan,
apa ada kegiatan selain itu?
Suci restu w terimakasih.,
cara agar pengguna dapat memenfaatkan taman baca ini secara maksimal yaitu dengan adanya program-program yang menarik, mulai dari internet gratis (wifi), koleksi terbaru dan sebagainya.
selain itu adanya peraturan yang harus dijalankan dengan baik agar pengguna dapat memanfaatkan secara maksimal.
Ninik Fa'idatush Khamidah terimakasih.,selain Kegiatan lomba mewarnai dan menggambar, keterampilan untuk pengguna, dan Pendidikan pemakai perpustakaan contohnya untuk lansia dapat berupa kursus memasak, merajut, bimbingan belajar maupun les bahasa asing.
Posting Komentar