Kamis, 20 November 2014

Meniti Jalan Kepustakawanan

KULIAH TAMU
MENITI JALAN KEPUSTAKAWANAN

Pemateri Bapak Blasius Sudarsono


 Dalam kuliah tamu ini Bapak Blasius Sudarsono mengangkat tema Meniti jalan kepustakawanan yang membahas lebih ke perjalanan ataupun kisah hidup Bapak Blasius mulai dari susah payah dalam menghadapi hidup, dari tidak suka perpustakaan hingga menyukai ilmu perpustakaan hingga saat ini memperoleh gelar yang paling tinggi dalam pustakawan dan paling bergengsi yaitu Pustakawan Utama.
Kuliah tamu hari ini membahas tentang meniti jalan kepustakawanan arti kata meniti berarti jalan itu tidak sederhana dan dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian untuk menuju suatu kesuksesan terutama pada jalan kepustakawanan. 

Dalam kuliah tamu ini disampaikan sesuatu yang dianggap Bapak Blasius mendasar yaitu Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia (KDKI). Kdki ini menjadi pemikiran bukan ilmiah namun pemikiran penghayatan atas jalan kepustakawanan. Jalan yang disebut “Jalan sunyi, berliku, dan mendaki, penuh pencarian dan perhatian, penuh rintangan dan harapan. Berikut ini ialah ini dari pemikiran tersebut:
Kepustakawanan Indonesia
Terdapat empat pilar penyangga ialah:
·         Kepustakawanan adalah panggilan hidup
·         Kepustakawanan adalah semangat hidup
·         Kepustakawanan adalah karya pelayanan
·         Kepustakawanan adalah professional
Lima daya utama:
·         Berpikir logis, analitis, kritis
·         Berkemampuan membaca
·         Berkemampuan menulis
·         Berkemampuan wirausaha
·         Menjunjung tinggi etika

Tiga sasaran antara BRR:
·         Menjadi cerdas (Bright)
·         Menjadi kaya (Rich)
·         Menjadi benar (Right)
 Tujuan ahir “Manusia Paripurna Berguna Bagi Sesama”.

Hingga ahirnya Bapak Blasius ditugaskan bekerja di PDIN yang ditugaskan melakukan klasifikasi dan pemberian tajuk subjek, Klasifikasi memang usaha setiap manusia untuk memahami sesuatu dan fenomena. Manusia membedakan objek yang tidak sejenis dan mengelompokkan objek yang sejenis. Pada dasarnya klasifikasi adalah upaya membedakan dua yang terpisah namun tidak berhenti pada dua yang terpisah itu. Jadi pada dasarnya konsep yang dipakai ialah triadic atau “kebertigaan” atau pola tiga. Tipe triadic ini menjadi pola umum dasar berpikir: berpikir logis, analitis dan kritis. Hidup dalam konsep ruang dan waktu (x,y,z,t) ini merupakan konsep dinamika dimana x.y,z reversible dan t ireversibel dan yang terahir berpendekatan sistematik.

Merumuskan dasar berpikir interaksi antara kemauan dan kemampuan, kemauan dijiwai dari filsafat kepustakawanan dan kemampuan berfondasi pada logika dokumentasi. Sehingga interaksi antara kemauan dan kemampuan akan menghasilkan mutu atau kualitas pustakawan. Adapun logika dokumentasi:
·      
           Pada awal mula adalah kehendak manusia untuk ada tempat dan waktu yang sama maka ekspresi itu menjadi komunikasi
  • ·   Jika tidak ada pihak yang menerima ekspresi maka perlu upaya untuk menyimapan ekspresi itu agar dapat disampaikan kemudian.
  • ·   Simpan atau rekaman ini sementara untuk waktu yang tak terhingga menjadi simpanan yang abadi
  • ·     Maka proses dokumentasi dapat juga dikatakan juga sebagai proses pengabdian
  • Sehingga dapat dirumuskan dokumentasi adalah proses siklus objek maya didokumentasikan menjadi objek nyata atau digital. Objek nyata didokumentasikan kembali sebagai dokumen nyata atau digital (menggunakan TIK) proses ini berulang-ulang. Merupakan kegiatan mengeksplisitkan pengetahuan taksit dan mengelola pengetahuan terekam (eksplisit).


Janji Pustakawan Muda Indonesia  
  • Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia 
  • Mengaku berprofesi sebagai pustakawan indonesi yang adalah warga bangsa dan negara indonesia. 
  • Kami calon pustakawan dan pustakawan muda IndonesiaSebagai profesional senantiasa berusaha memahami, mengahayati, dan mengembangkan jati diri pustakawan indonesia, berkarya bagi bangsa dan negara indonesia, untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara indonesia.  
  • Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia. Mewaspadai, menolak, dan memberantas segala hal yang merugikan bahkan dapat mengahancurkan bangsa dan negara indonesia.



Tidak ada komentar: