KULIAH TAMU
MENITI JALAN
KEPUSTAKAWANAN
Pemateri Bapak Blasius
Sudarsono
Dalam kuliah tamu ini Bapak Blasius Sudarsono mengangkat tema
Meniti jalan kepustakawanan yang membahas lebih ke perjalanan ataupun kisah
hidup Bapak Blasius mulai dari susah payah dalam menghadapi hidup, dari tidak
suka perpustakaan hingga menyukai ilmu perpustakaan hingga saat ini memperoleh
gelar yang paling tinggi dalam pustakawan dan paling bergengsi yaitu Pustakawan
Utama.
Kuliah tamu hari ini membahas tentang meniti jalan kepustakawanan
arti kata meniti berarti jalan itu tidak sederhana dan dibutuhkan ketelitian
dan kehati-hatian untuk menuju suatu kesuksesan terutama pada jalan
kepustakawanan.
Dalam kuliah tamu ini disampaikan sesuatu yang dianggap Bapak
Blasius mendasar yaitu Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia (KDKI). Kdki ini
menjadi pemikiran bukan ilmiah namun pemikiran penghayatan atas jalan
kepustakawanan. Jalan yang disebut “Jalan sunyi, berliku, dan mendaki, penuh
pencarian dan perhatian, penuh rintangan dan harapan. Berikut ini ialah ini
dari pemikiran tersebut:
Kepustakawanan
Indonesia
Terdapat
empat pilar penyangga ialah:
·
Kepustakawanan
adalah panggilan hidup
·
Kepustakawanan
adalah semangat hidup
·
Kepustakawanan
adalah karya pelayanan
·
Kepustakawanan
adalah professional
Lima daya
utama:
·
Berpikir
logis, analitis, kritis
·
Berkemampuan
membaca
·
Berkemampuan
menulis
·
Berkemampuan
wirausaha
·
Menjunjung
tinggi etika
Tiga sasaran antara BRR:
·
Menjadi
cerdas (Bright)
·
Menjadi
kaya (Rich)
·
Menjadi
benar (Right)
Tujuan ahir “Manusia
Paripurna Berguna Bagi Sesama”.
Hingga ahirnya Bapak Blasius ditugaskan bekerja di PDIN yang
ditugaskan melakukan klasifikasi dan pemberian tajuk subjek, Klasifikasi memang
usaha setiap manusia untuk memahami sesuatu dan fenomena. Manusia membedakan
objek yang tidak sejenis dan mengelompokkan objek yang sejenis. Pada dasarnya
klasifikasi adalah upaya membedakan dua yang terpisah namun tidak berhenti pada
dua yang terpisah itu. Jadi pada dasarnya konsep yang dipakai ialah triadic atau “kebertigaan” atau pola
tiga. Tipe triadic ini menjadi pola umum dasar berpikir: berpikir logis,
analitis dan kritis. Hidup dalam konsep ruang dan waktu (x,y,z,t) ini merupakan
konsep dinamika dimana x.y,z reversible dan t ireversibel dan yang terahir
berpendekatan sistematik.
Merumuskan dasar berpikir interaksi antara kemauan dan
kemampuan, kemauan dijiwai dari filsafat kepustakawanan dan kemampuan
berfondasi pada logika dokumentasi. Sehingga interaksi antara kemauan dan
kemampuan akan menghasilkan mutu atau kualitas pustakawan. Adapun logika
dokumentasi:
·
Pada
awal mula adalah kehendak manusia untuk ada tempat dan waktu yang sama maka ekspresi itu
menjadi komunikasi
- · Jika tidak ada pihak yang menerima ekspresi maka perlu upaya untuk menyimapan ekspresi itu agar dapat disampaikan kemudian.
- · Simpan atau rekaman ini sementara untuk waktu yang tak terhingga menjadi simpanan yang abadi
- · Maka proses dokumentasi dapat juga dikatakan juga sebagai proses pengabdian
- Sehingga dapat dirumuskan dokumentasi adalah proses siklus objek maya didokumentasikan menjadi objek nyata atau digital. Objek nyata didokumentasikan kembali sebagai dokumen nyata atau digital (menggunakan TIK) proses ini berulang-ulang. Merupakan kegiatan mengeksplisitkan pengetahuan taksit dan mengelola pengetahuan terekam (eksplisit).
Janji
Pustakawan Muda Indonesia
- Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia
- Mengaku berprofesi sebagai pustakawan indonesi yang adalah warga bangsa dan negara indonesia.
- Kami calon pustakawan dan pustakawan muda IndonesiaSebagai profesional senantiasa berusaha memahami, mengahayati, dan mengembangkan jati diri pustakawan indonesia, berkarya bagi bangsa dan negara indonesia, untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara indonesia.
- Kami calon pustakawan dan pustakawan muda Indonesia. Mewaspadai, menolak, dan memberantas segala hal yang merugikan bahkan dapat mengahancurkan bangsa dan negara indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar